MUKADIMAH

 

Sejak berdirinya Akademi Pembangunan Desa (APD) pada tahun 1982 (sebagai cikal bakal atau embrio kelembagaan UNISMA) para pengelola kelembagaan telah memahami kepentingan statuta sebagai “anggaran dasar organisasi” bagi sebuah perguruan tinggi.  Penyempurnaan dokumen statuta terus berjalan, seiring dengan perubahan nama dan  bentuk kelembagaan, dari bentuk akademi ke bentuk sekolah tinggi hingga menjelma menjadi bentuk universitas pada tahun 1985.

Dalam sejarah perkembangan UNISMA, tahun 1992 tercatat sebagai momentum penting yang disebut sebagai “momentum perubahan” hingga para pengelola UNISMA saat itu melakukan penyesuaian dengan lahirnya Statuta UNISMA 1994.  Pada tahun 2004 upaya penyempurnaan juga dilakukan, sehingga melahirkan Statuta UNISMA 2006. Statuta UNISMA Tahun 2006 memuat hal-hal penting yang diatur oleh perudangan dan peraturan yang berlaku saat itu, yakni Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.

Untuk memenuhi sistematika statuta yang diatur oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional  Nomor 85 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi dan pertimbangan terdapat sejumlah pengaturan pada statuta UNISMA terdahulu tidak berlaku lagi, maka dipertimbangkan perlunya penyempurnaan lagi terhadap Statuta UNISMA Tahun 2006.  Inisiatif dan arahan untuk melakukan kegiatan penyempurnaan terhadap Statuta UNISMA Tahun 2006 dilakukan oleh Rektor UNISMA (Periode Tahun 2009-2013) pada mekanisme Rapat Kerja (RAJA) Program Pengembangan UNISMA Tahun 2009/2010 yang dilanjutkan lagi pada  Program Pengembangan UNISMA Tahun 2010/2011, dengan tujuan tersusunnya dokumen Statuta UNISMA yang bersifat luwes untuk dapat mengatur produk hukum kelembagaan yang secara hierarkis berada di bawahnya dan mampu mengakomodasi kepentingan perubahan atau penyesuaian tata organisasi UNISMA.