Simulasi Rapat Tinjauan Manajemen (RTM)  Mengenai Pembahasan Hasil Audit Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI)

Bekasi- Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3, Rabu (8/11), Unisma Bekasi menyelenggarakan Simulasi Rapat Tinjauan Manajemen mengenai pembahasan hasil audit Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI). Acara ini merupakan agenda lanjutan dari kerjasama antara Unisma Bekasi dengan Univ. Telkom Bandung. Kegiatan tersebut mereview sekilas mengenai hasil audit yang telah dilakukan oleh SPMI.

Kepala KPM Unisma Bekasi Is Zunaini Nursinah mengatakan ada tujuh kategori temuan dari hasil audit SPMI.  Temuan tersebutlah yang menjadi PR perbaikan bagi Unisma Bekasi.

“Dari hasil audit kemarin ada tujuh kategori temuan, nah temuan ini yang harus digodok dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM),” papar Is dalam rapat tersebut.

Pada dasarnya RTM merupakan pertemuan para pimpinan setingkat manajemen untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan sistem pelayanan. Untuk itu sangat diperlukan dukungan penuh dari pelbagai pihak agar Unisma Bekasi dapat menjadi lebih baik.

“RTM ini harus berjalan dengan baik agar Unisma Bekasi dapat menjadi lebih baik, terutama di bidang manajemen mutu dan pelayanan,” tutur Rektor Unisma Bekasi Nandang Najmulmunir.

Selain dihadiri oleh Rektor, Warek, Dekan, Direktur acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Univ. Telkom Bandung yaitu Yoga, Kepala Urusan Pengembangan Sistem Mutu dan Yuni Nuraeni, Kepala Bagian Sekretariat Pimpinan RTM Univ. Telkom Bandung.

Yoga menambahkan salah satu upaya meningkatkan manajemen mutu dan layanan adalah adanya sistem monitoring hasil rapat RTM. Adanya dokumen risalah atau notulensi rapat yang baku dan standar diharapkan dapat membantu proses monitoing.

“Perlu ada notulensi rapat yang baku dan standar. Kalau dikita format risalahnya mengacu kepada ISO, kebutuhan akreditasi dan kebutuhan pribadi, yahh kita kombinasi. Fungsinya saat akreditasi nanti dokumennya sudah lengkap.

Selain itu Yoga juga menambahkan bahwa dokumen risalah atau notelensi yang baku dan standar dapat meningkatkan efektivitas proses monitoring hasil keputusan rapat.

“Jadi kita itu harus buat sistem pak, bu, kenapa? Karena dari sistem kita bisa tahu berapa nilai yang bisa dicapai oleh Universitas. Salah satu bagian dari sistem itu ialah adanya dokumen risalah atau notulensi rapat. Jadi dari risalah itu bisa memudahkan proses monitoring setiap hasil keputusan rapat,” ucap Yoga.

Yoga juga menambahkan bahwa dengan meningkatnya efektivitas proses monitoring maka akan bermuara kepada peningkatan proses efektivitas proses manajemen. Dengan proses manajemen yang baik akhirnya akan mempengaruhi nilai Universitas (akreditasi).

“Akhir dari proses monitoring itu ujungnya adalah meningkatkan proses manajemen dan layanan Universitas,” tambah Yoga.