Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Unisma Santuni Anak Yatim

IMG_9161Bekasi – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LDK Al-Ukhuwah bersama dengan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himak) mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1437 H. Acara bertempat di Masjid Al-Fatah Universitas Islam ’45 (Unisma) Bekasi pada Sabtu (9/1). Kegiatan tersebut mengusung tema “Better Life With the ‘FAST’ (Fathonah, Amanah, Shidiq, Tabligh)”.

Acara diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh salah seorang mahasiswa, dan seluruh hadirin mendengarkan dengan hikmat. Dilanjutkan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Yayat Suharyat.

Dalam sambutannya, beliau mengimbau kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa cinta kepada Sang Rosul.

“Membaca kalimat ya nabi salam alaina, ya Rosul salam alaina, ya habib salam alaina, allah hu allah, sholawattullah alaina, ini adalah sarana kita semua yang patut bersyukur kepada Allah, walau kita tidak pernah mengenal fisik nabi kita, tidak pernah tau wajahnya seperti apa, rupanya, tingginya, dan kulitnya, tapi kita bisa bersholawat kepadanya,” ujar Wakil Rektor I tersebut.

Beliau juga mengutarakan bahwa barang siapa yang mencintai Rosulullah, maka akan selamat dan diberi keberkahan.

“Siapa yang cinta kepada Rosulullah ia akan selamat, siapa yang mencintai Rosulullah maka ia akan diberi keberkahan, siapa yang mencintai ajaran Rosulullah ia akan mendapat kelimpahan rahmat dari Allah. Karena Rosulullah adalah sumber cahaya dari segala macam cahaya,” ungkap Yayat Suharyat

Sementara itu, Nandang Najmulmunir selaku Rektor Unisma sekaligus pemateri menerangkan bahwa cinta sejati ialah cinta kepada Rosul bukan cinta antar lawan jenis.

“Anak muda sekarang mengaku cinta kepada pacarnya sampai rela memberikan semuanya, itu bukan cinta. Cinta sejati itu adalah cinta kepada Rosul,” terangnya.

Menurut beliau bentuk cinta kepada Rosul salah satunya dengan puasa Senin Kamis, dan meneladani sifat-sifat Rosul lainnya. Selanjutnya dijelaskan tentang makna maulid, dimana kita dapat memaknai ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Apa sih yang disebut maulid itu? Pertama yang namanya maulid itu kita merasa bermakna, dan yang kedua adalah cinta. Jadi maulid itu bagaimana kita memaknai ajaran Rosul dan menjadikannya sebagai hiasan diri,” jelasnya.

Rangkaian acara peringatan maulid Nabi ditutup dengan pembagian santunan kepada 50 orang anak yatim dan sumbangan ke tiga buah masjid. Selain memperingati maulid Nabi, acara tersebut juga sebagai bentuk rasa syukur setelah UAS.

IMG_9090 IMG_9097 IMG_9114 IMG_9124 IMG_9133 IMG_9150 IMG_9166 IMG_9172 IMG_9179