Pemilih Muda Berpotensi Tentukan Hasil Pilkada!

April 18, 2018 / Artikel, Berita
Komisioner KPU Jabar Nina Yuningsih (kiri)

Bekasi- Komisioner KPU Jabar Nina Yuningsih menuturkan, sebanyak 30% pemilih di provinsi Jawa Barat berada di rentang usia 17-29 tahun. Artinya, para pemilih pemula memiliki potensi besar dalam menentukan hasil voting suara pada pemilihan umum. Masalahnya adalah para pemilih muda (pemula) ini, cenderung peragu dan terkesan terburu-buru dalam memutuskan sebuah pilihan.

“Pada setiap kunjungan, ada saja mahasiswa yang belum mengetahui tata cara memilih maupun informasi tentang calon pemimpin daerahnya. Fakta tersebut menunjukkan, pemilih muda acap kali kurang serius dalam menghadapi hajat demokrasi ini, padahal jumlah mereka sangat banyak,” kata Nina pada acara Rock The Vote di pelataran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)  UNISMA Bekasi, Kamis (12/4).

Nina menerangkan sebagai agent of changes, pemilih muda memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam mentukan kepemimpinan di Indonesia. Menurutnya, jumlah yang besar tersebut jika tidak dikelola dengan baik bisa menghasilkan pemilih yang apatis dan pragmatis.

Maka untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda dalam Pilkada dan Pilgub Jawa Barat 2018, KPU Jabar bersama Central Election Political Practice (CEPP) UI menyelenggarakan event Rock The Vote di 30 kampus di Jawa Barat.

“Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar menjadi pemilih yang cerdas, kritis, rasional dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihannya pada juli mendatang,” tambah Nina.

FGD Pemilu oleh para mentor

UNISMA Bekasi merupakan universitas kesembilan yang dikunjungi oleh KPU Jabar dan CEPP UI. Pada acara ini terdapat beberapa kegiatan seperti materi talkshow, simulasi cara memilih, nonton film, dan forum group discussion (FGD) bersama para mentor.

Sambutan Dekan Fisip

Dekan FISIP Yanto Supriyatno menerangkan, acara ini sangat penting bagi mahasiwa (pemilih muda), agar tidak mudah terkena black campaign dan semacamnya. Pendidikan politik ini berguna meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa tentang seriusnya sebuah pemilihan umum.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rektor UNISMA Bekasi Nandang Najmulmunir. Nandang mengungkapkan, 70 persen mahasiswa UNISMA merupaka warga kota Bekasi. Tentunya acara ini sangat baik untuk meningkatkan partisipasi pemilu walikota dan gubernur serentak tahun ini.

“Kami berharap mahasiswa yang masih kategori pemilih pemula dapat memahami tata cara pilkada yang baik. Inilah yang kami sebut algoritma politik, yakni menekankan pada pemahaman sebelum mengikuti pilkada,” tutur Nandang. *** (rf)

 

Sambutan Rektor Universitas Islam 45

 

Related Post