Menjadi Akuntan Profesional (Chartered Accountant) di Masa Depan

September 26, 2018 / Artikel, Berita, FE

Bekasi- Bagaimana menjadi seorang akuntan profesional? Bagimana peluang karir akuntan Indonesia di masa depan? Tema tersebut dibahas secara mendalam pada Seminar “Ikatan Akuntansi Indonesia” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAK) UNISMA, Selasa (25/09), Gd. Pascasarjana, Lt. III.

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Olimpiade Akuntansi 17 (OA 17) UNISMA. Olimpiade tahunan HIMAK ini (OA 17) diperuntukan kepada seluruh siswa-siswi SMA/SMK Se-Derajat Jabodeta-Bekar. Setidaknya ada empat kegiatan utama pada perheletan OA 17 kali ini, yaitu Olimpiade, Karya Tulis, Seminar dan Bazar.

Khusus untuk kegiatan Seminar, peserta acara tidak hanya siswa SMA/SMK saja melainkan pula para mahasiswa semester 1 Fakultas Ekonomi. Pembicara pada seminar tersebut ialah Ketua IAI KAPD (Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik) Prof. Dr. Hj. Nunuy Nur Afiah (Nunuy).

Dalam seminar yang bertema “How To Be Chartered Accountant in The Future Era” itu, Nunuy menyampaikan bahwa dalam langkah menjadi akuntan professional di masa mendatang haruslah memegang teguh prinsip dan kode etik profesi akuntan.

“Menjadi akuntan profesional di masa depan kuncinya hanya satu, yaitu dengan memegang teguh dan menjalankan dengan baik etika akuntan (akuntabilitas),” tutur Nunuy.

Nunuy juga menambahkan bahwa sebuah negara akan menjadi kuat apabila memiliki akuntan yang berkualitas.

“Contoh negara yang akuntannya baik adalah Singapura. Kenapa bisa? Padahal jumlah akuntan disana jauh sekali jika dibandingkan dengan jumlah akuntan di Indonesia? Jawabannya –bukan soal sedikit dan banyaknya, tapi lemah atau tangguhnya (akuntabilitasnya)!,” papar Nunuy.  

Nunuy menjelaskan lebih lanjut, bahwa dengan adanya praktisi akuntan yang tangguh akan membantu pengelolaan dan laporan keuangan negara dengan baik. Lebih jauh lagi, hal itu akan berdampak ke pelbagai sektor pengelolaan negara. Salah satunya yakni menjadi riset awal dalam melakukan pemetaan terhadap aset negara guna membuat perencanaan pembangunan.

Nunuy juga menyakinkan bahwa pilihan mereka mengambil jurusan akuntansi, tidaklah salah. Peluang kerja masih terbuka lebar untuk jurusan ini. Apalagi mengingat perkembangan bisnis yang terus berkembang, tentu akan membuka peluang bagi seorang akuntan untuk bekerja juga.

Sampai ke akhir acara, diskusi pada siang itu berlangsung dengan seru. Para peserta baik dari kalangan siswa dan mahasiswa pun masih terlihat antusias. Seminar pun berakhir pukul 12.00 WIB, setelah ini para peserta OA 17 kembali akan meneruskan perjuangan mereka di babak final Olimpiade Akuntansi 17! ***

Related Post