Kuliah Sambil Bekerja, Tidak Menghalangi Prestasi Tinggi

August 15, 2019 / Artikel, Berita

Jakarta – Kuliah atau Kerja? Mana yang kalian pilih? Apakah kalian akan memilih salah satunya atau keduanya? Jika memilih keduanya, sanggupkah menjalani keduanya dengan baik?

Jawabanya, Bisa!!!

Hal ini dibuktikan oleh Septian Tri Kusuma (Septian), Mahasiswa Teknik Mesin S1, yang meraih status “Cumlaude” dengan IPK nyaris sempurna, 3.90. Septian membuktikan bahwa bekerja tidak menjadikan alasan, kuliah nya terbengkalai. Ia mampu Lulus Tepat Waktu dengan Hasil yang baik.

Pada Wisuda XL (40) UNISMA Bekasi, tepatnya di Aula Gd. Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Septian membagikan kisahnya hingga menjadi seorang sarjana kepada para wisudawan yang hadir kala itu.

 

Lulus SNMPTN 2013

Sebenarnya Septian merupakan siswa yang lulus SNMPTN pada tahun 2013 di salah satu Universitas Negeri di daerah Yogyakarta. Namun karena satu dan lain hal, ia tidak dapat melanjutkan impiannya berkuliah disana. Akhirnya, Septian pun memutuskan untuk berkerja.

Saya adalah peserta SNMPTN Tahun 2013 dan Alhamdulillah saya dinyatakan lolos di suatu Universitas yang berada di Kota Yogyakarta, namun sayangnya, pada saat itu saya tidak dapat melanjutkan kuliah dan memilih bekerja di Kota Bekasi,” ucap Septian dalam pidatonya.

 

Memutuskan melanjutkan Kuliah di UNISMA Bekasi tahun 2015

Setelah 2 tahun bekerja sebagai teknisi perusahaan otomotif di Bekasi, keinginan dan semangat Septian melanjutkan pendidikan tinggi, tidaklah lenyap sama sekali.  Pada tahun 2015, Septian memutuskan melanjutkan pendidikan di Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi di Kelas Reguler Malam.

“Setelah bekerja kurang lebih 2 tahun, saya melanjutkan pendidikan di UNISMA Bekasi pada tahun 2015. Menurut saya kampus ini adalah kampus terbaik di Bekasi. Alhamdulillah, UNISMA Bekasi juga menyediakan kelas untuk regular malam sehingga mewadahi dan mewujudkan cita-cita para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikannya,”

 

Lulus dengan predikat “Cumlaude”

Kini, Septian merasa bangga dan tidak menyesali keputusannya 2 tahun silam. Ia, bisa membanggakan orangtuanya dengan berhasil kuliah atas jerih payahnya sendiri, bahkan dengan prestasi yang terbaik.

“Saya tidak pernah menyesali dengan keputusan yang saya pilih, melainkan karena saya dapat melanjutkan Pendidikan saya kembali dengan hasil jerih payah sendiri sehingga dapat membuat orangtua saya bangga,”

Septian berharap, melalui kisahnya ini, dapat menginspirasi bagi semua orang. Terutama para pekerja yang hendak melanjutkan pendidikannya untuk terus mencari ilmu. ***

Related Post