Di Era Industri 4.0 Sarjana Wajib Percaya Diri Bahwa “Kita Mampu!”

August 12, 2019 / Artikel, Berita

Jakarta – Indonesia sudah banyak memiliki Mahasiswa dan Sarjana yang pintar, namun sayangnya kebanyakan dari mereka memiliki sikap dan pikiran rendah diri. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, pada Orasi Ilmiah Wisuda XL (40) Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi, Selasa (06/08), Gd. Sasana Kriya, TMII, Jakarta.

Mendikbud Muhadjir Effendy

 “Kenapa kita kalah saing? Salah satu faktor yang paling dasar ialah, karena dari awal kita sudah merasa ‘wah kita akan kalah’, ‘wah kita tidak ada apa-apanya’, ‘iya wajar mereka menang’, dsb. Pemikiran-pemikiran seperti itulah yang menghambat para lulusan sarjana kita untuk terus maju. Padahal sebenarnya sarjana Indonesia itu Mampu!” ucap Muhadjir Effendy.

Pada orasi ilmiah itu, Mendikbud Muhadjir Effendy, menyinggung topik mengenai lemahnya kepercayaan diri para sarjana Indonesia. Menurut Muhadjir Effendy, inilah salah satu yang menyebabkan di dunia kerja para sarjana seakan kalah saing, bahkan dari awal. Karena lemahnya percaya diri itu bisa saja berlanjut dengan menurunnya peforma kualitas kerja.

Meski tidak dipungkiri, bahwa peran pemerintah pun masih perlu dioptimalkan lagi. Seperti penyediaan fasilitas pendidikan dan lapangan kerja.

“Dalam langkah menuju Indonesia Emas, ‘ongkos’ pendidikan Indonesia itu mahal. Butuh modal profesionalitas, ‘good attitude’ dari pekerja itu sendiri serta partisipasi pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan usaha yang bagus. Banyak orang yang mampu tapi merasa tidak mampu. Pintar tapi tidak percaya diri,” lanjut Muhadjir Effendy.

Pada kesempatan itu, Muhadjir Effendy pun berpesan kepada para Wisudawan Pascasarjana, Sarjana dan Diploma UNISMA Bekasi untuk semangat menuju Indonesia Emas 2045. Ia menuturkan setiap orang, baik Indonesia atau Asing, yang sukses, awalnya belum ahli atau belum bisa. Lakukan saja! Tunjukkan ‘Kita Mampu’ melakukannya, sambil terus berlatih dan evaluasi.

“4C, Critical Thingking, Collaboration, Creative and Communication, yang dikatakan oleh Rektor UNISMA Bekasi tadi hanyalah baru modal dasar. Carilah kesusahan, carilah tantangan. Hadapi, yakini ‘Kita Bisa, Kita Mampu!’, tutup Mendikbud Muhadjir Effendy pada akhir orasinya.

 

Related Post