BNN : Ancaman Proxy War ‘Narkoba’ pada Generasi Millenial

April 5, 2018 / Berita

Bekasi- Data statistik yang dirilis BNN, meyebutkan bahwa 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kemungkinan angka tersebut akan meningkat mengingat maraknya jenis narkotika baru yang beredar.[1]

Hal ini pun menjadi perhatian dari Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, sehingga divisi Satgas BNN UNISMA Bekasi gencar mengkampanyekan “Anti Narkoba” di lingkungan kampus. Bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Satgas BNN UNISMA menyelenggarakan Seminar Sehari Bahaya Narkoba, Rabu (14/3) di ruang seminar gedung I lantai 3.

Pemuda saat ini disebut-sebut sebagai generasi millennial. Konon, ditangan generasi ini pula lah masa depan Indonesia berada.

“Mahasiswa saat ini, insya allah akan menjadi generasi pemimpin 20-30 tahun kedepan. Ada sebuah wacana bahwa Indonesia akan menjadi delapan negara besar dunia (Indonesia Emas), hal itu tetap akan menjadi wacana jikalau generasi emas nya sudah hancur oleh Narkoba!” ucap Rektor UNISMA Bekasi Nandang Najmulmunir.

Menurut Nandang, Narkoba adalah skenario global yang bisa menghancurkan karakter, budaya hingga ideologi sebuah negara. Bahkan menurutnya kedepan dimungkinkan akan diadakan sidak ‘tes urine’ untuk mahasiswa dan pegawai UNISMA. Hal ini sebagai bentuk kontribusi UNISMA dalam rangka mengawal kesatuan NKRI.

Dalam pidatonya, Nandang juga menyampaikan bahwa nilai Islam dan Pancasila adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Keduanya, memiliki peran dalam membentuk karakter individu-masyarakat. Termasuk dalam upaya ‘Tolak Narkoba’.

Hal senada juga dituturkan oleh BPP Nurnaningsih (BNN), katanya Narkoba adalah alat perang yang dapat menghancurkan sebuah negara melalui generasi pemudanya, dan tak ada pihak kedua yang bisa disalahkan!

“Perang melalui pihak ketiga atau Proxy War Narkoba ini ancamannya nyata! Banyak kejahatan kriminal di awali dengan penggunaan obat-obat terlarang ini, kalau dilihat kebanyakan pelaku kriminal sekarang merupakan pemuda, yang awalnya coba-coba,” ungkap Nurnaningsih kala itu.

Demoralisasi menjadi topik yang hangat saat ini. Jika terus seperti ini, bukan hal mustahil, Indonesia mengalami kemunduran. Maka dari itu, secara rinci Nurnaningsih menggambarkan mulai dari bahaya narkoba, efek negatifnya, hingga cara menjauhi dan menyikap teman yang terjerumus barang haram ini.

Bahkan Nurnaningsih juga menggambarkan secara gamblang bagaimana efek dari narkoba terhadap tubuh si pemakai pada akhirnya, seperti pada gambar di bawah ini:

 

Sesi Kedua: Motivation 

Sesuai tema Seminar yaitu Edukasi Bahaya Narkoba dan Pengembangan Diri, sesi selanjutnya ialah pemberian Motivasi oleh Motivator handal sekaligus MC Instana Negara Heppy Chandrayana.

Pada sesi ini, mahasiswa diajak untuk melatih zona “Applause” masing-masing. Zona Applause yang dimaksud adalah zona percaya diri. Senang memberikan  apresiasi setinggi-tinggi untuk pribadinya sendiri maupun orang lain. Jujur dan menghargai diri sendiri maupun orang lain.

“Orang yang sehat maka kata-katanya juga sehat,” begitulah yang Chandra sampaikan.

 

Menurut Chandra dengan berkata yang sehat (baik) akan membangkitkan hal positif pada diri dan orang lain. Sedangkan perkataan yang buruk memiliki efek yang negatif, misalnya : mengumpat atau berteriak kepada orang lain.

“Satu teriakan dapat membunuh jutaan hormon.. Maka mulai saat ini berhati-hatilah!” tandas Chandra.

Yap, berhati-hati, selain itu  Chandra juga berpesan bahwa pemuda saat ini seperti fenomena android

 

Kalau dulu gawai jatuh maka lantainya yang pecah, tapi sekarang layar gawainya lah yang pecah. Itulah gambaran generasi millennial saat ini. Semakin canggih sekaligus rawan. Bagaimana cara mengatasinya? Itulah zona applause yang harus dilatih menurut Chandra.

Di akhir acara Chandra pun memberikan semangat kepada mahasiswa UNISMA Bekasi untuk menjauhi Narkoba.

 

“Usaha jauh dari kebinasaan memang meletihkan. Tapi jika tidak pernah menjauhi, hidup kita akan jauh lebih mematikan!” tutur Chandra di akhir acara. *** (rf)

 

 

Sumber :

[1] http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/10/30/oymn2n423-bnn-27-persen-pengguna-narkoba-pelajar-dan-mahasiswa

Related Post