Agama Islam
Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Pertanian
Ekonomi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Teknik
Komunikasi bahasa dan sastra
Pasca Sarjana
Adm dan Layanan Akademik (DALA)
Administrasi Umum dan Keuangan (DUK)
Pengembangan Akademik (DIPA)
Pengembangan Usaha dan Kerjasama (DPUK)
Pengembangan Kemahasiswaan & Alumni (DIKA)
Teknologi Informasi dan Komunikasi (DTIK)
LPPM
P3AFE
UNIPREUNER
LKHI
LPOM
LPDIKA
PLP
SAINSTECH
CDC
Kantor Penjamin Mutu (KPM)

DOWNLOAD INFORMASI BIAYA KULIAH UNISMA BEKASI TAHUN AKADEMIK 2014-2015
BERITA DUKA : Inna lillahi wainna ilaihi raaji’uun Telah berpulang ke Rahmatullah H. Abdul Fatah

Inna lillahi wainna ilaihi raaji’uun

Telah berpulang ke Rahmatullah H. Abdul Fatah Pendiri Yayasan
Pendidikan Islam “45” sekaligus Tokoh Pembangunan dan Budaya Bekasi
pada tanggal 30 Juli 2010. Semoga dharma bhakti almarhum kepada agama,
bangsa, negara, dan rakyat Bekasi diterima sebagai ibadah oleh Allah
SWT. Amin ya robbal alamin…

Rumah kediaman    : Jl. Pasuruan No.17 Menteng Jakarta Pusat
Tempat Pemakaman    : Taman Makam Pahlawan Kalibata
Tanggal Pemakaman    : 31 Juli 2010
Waktu Pemakaman    : 10.00 WIB

 

Berikut ini adalah profil beliau semasa hidupnya…

 

PROFIL
H.ABDUL FATAH:
TOKOH PEMBANGUNAN DAN BUDAYA BEKASI

Sambutan ketua YPI

Berbicara tentang Universitas Islam ”45” (UNISMA) Bekasi tentulah wajib mengangkat profil H. Abdul Fatah, pendiri UNISMA sekaligus tokoh pembangunan Bekasi yang lahir di Bandung, 25 Mei 1925 .  H. Abdul Fatah menjabat sebagai Bupati Bekasi dari tahun 1973-1983, beliau dikenal pribadi yang memiliki disiplin kerja tinggi dan teliti terhadap kondisi daerah yang dipimpinnya.

Salah satu bentuk kedisiplinan dan ketelitian H. Abdul Fatah adalah kebiasaannya mengontrol keadaan agraria di Bekasi. Setiap hari beliau meluangkan waktu untuk turun ke area persawahan dan berdialog dengan petani. Untuk memudahkan pendataan, beliau meminta para petani untuk memasang bendera hijau pada masa awal musim  tanam dan bendera kuning pada masa awal musim panen.

Beliau kemudian mencocokkan data yang diperolehnya di lapangan dengan laporan camat dan lurah daerah setempat pada rapat kerja yang ia selenggarakan setiap hari Senin. Apabila ia menemukan pejabat daerah yang kurang mengetahui informasi tentang daerahnya sendiri, beliau tidak segan-segan memberikan peringatan keras, bahkan memberikan hukuman. Namun, meski ia bersikap tegas dan konsisten dengan apa yang dilakukannya, menariknya ia tetap dapat menjalin hubungan dekat dan hangat dengan para bawahannya.

jamaah tasyakuran

H. Abdul Fatah berprinsip bahwa sebagai seorang muslim yang beriman apapun jabatannya, harus memikirkan maju mundurnya perekonomian rakyat dan pendidikan terutama pendidikan Islam. Maka pada tahun 1973, H. Abdul Fatah menggegas terbentuknya  Master Plan Bekasi yang dibuat di Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat Bekasi bersama-sama tokoh perguruan tinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran Bandung. Pembentukan master Plan di Jatiluhur ini juga dihadiri oleh para alim ulama dan tokoh Bekasi KH. Noer Ali.

Master Plan Bekasi tersebut berisi rancangan pola Kabupaten Bekasi, cikal bakal Kota Bekasi, Jalan Kalimalang sebagai rute jalan Bekasi-Jakarta dan rute jalan alternatif Bekasi-Cikarang. Selain membenahi infrastruktur, beliau membenahi perekonomian Bekasi dengan cara membangun Pasar Ekonomi Rakyat seperti Pasar Rakyat Proyek, Pasar Baru Bekasi, Pasar Cibitung, Pasar Cikarang, Pasar Pondok Gede dan menyediakan subsidi bagi pedagang di Jalan Juanda. Yang tidak kalah pentingnya, Master Plan Bekasi tersebut berisi tentang pendirian fasilitas pendidikan di Bekasi.

 

Hasil pembangunan lainnya di masa beliau yang masih bisa dinikmati sampai sekarang adalah kawasan olahraga terpadu di Stadion Bekasi dan kawasan kantor pemerintahan terintegrasi pertama di Indonesia yang telah menjadi contoh bagi kota dan kabupaten lainnya.

Pada tahun 1982, H. Abdul Fatah sempat memindahkan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi Daerah Tingkat II Bekasi ke Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 1, yang sebelumnya berlokasi di Jalan Ir H Juanda. Hal ini dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat maksimal.

Anak-anak yatim dan duafa

Pada tahun 1982, H. Abdul Fatah membentuk Akademi Pembangunan Desa (APD) di Tambun yang merupakan cikal bakal Universitas Islam “45” Bekasi. Pada saat itu APD menggunakan Gedung Joeang 45 Tamboen yang letaknya sangat strategis.

Gedung Joeang 45 Tambun yang saat ini disebut Museum Perjuangan Bekasi pernah digunakan oleh pasukan TNI Angkatan Darat Batalyon “Kian Santang” pada tahun 1951. Batalyon Kian Santang ini sekarang menjadi bagian dari Kodam III Siliwangi. Tahun 1962, kemudian gedung ini dibeli Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Ketika peristiwa Gerakan G 30S/PKI pecah, gedung ini juga sempat dijadikan sebagai penampungan Tahanan Politik (Tapol) PKI. Bangunan yang berada di bagian timur Bekasi ini, juga sempat dijadikan sebagai tempat persidangan-persidangan DPRDS, DPRD-P, DPRD TK II Bekasi dan DPRD-GR hingga tahun 1960.

Pada tahun 1984, APD berubah menjadi Akademi Administrasi Pembangunan (AAP) lalu pada tahun 1985 tempat perkuliahan di pindahkan ke Jl. Cut Meutia No.83 Bekasi dan APP berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP).

Tahun 1986, setelah pendirian STISIP, dibentuk pula STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan), STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi), dan STIPER (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian).

Pada tahun 1987, STISIP- STKIP- STIE dan STIPER bergabung menjadi Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi berdasarkan SK Mendikbud No. 0483/O/1987. Dan pada tahun 1988, Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) pun bergabung berdasarkan SK Menteri Agama No. 219/1988.

“Hal ini dapat terlaksana karena kerjasama dan restu dari semua pihak, terutama bagi seluruh tokoh pendidikan, alim ulama, dan tokoh bekasi yang datang dan mendukung ketika Master Plan tersebut dibuat,” Kenang H. Abdul Fatah.

Karena rasa cinta dan prestasi H. Abdul Fatah dalam membangun Bekasi, Moch. Djamhari (Bupati KDH TK II Bekasi) memberikan Gelar Putra Utama Daerah Kabupaten Bekasi kepada H. Abdul Fatah pada hari jadi Kabupaten Bekasi ke-44 pada tanggal 15 Agustus 1994 dan sekaligus menyambut HUT Proklamasi RI ke-49 pada tanggal 17 Agustus 1994.

Prestasi tidak terhenti pada aspek pembangunan, ekonomi dan pendidikan. H. Abdul Fatah juga merupakan salah seorang tokoh yang memberi dukungan besar terhadap penulisan budaya Bekasi. Dari dukungan beliau tersebutlah dibentuk tim penulisan sejarah dan budaya Bekasi yang kemudian meluncurkan buku sederhana berjudul “Produk Sejarah Jilid I” dan “Sejarah Perkembangan Bekasi dan Perkembangan Kebudayaan Bekasi”.

Pada tahun 2009, H. Abdul Fatah dinobatkan sebagai Tokoh Sejarah dan Nilai Tradisi Bekasi oleh Dinas Porbudpar (Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Kepariwisataan) Kota Bekasi pada acara Program Pemberian Penghargaan di Bidang Budaya dan Pengembangan Sejarah Kota Bekasi Tahun 2009 di Balai Kota Bekasi pada tanggal 6 Agustus 2009.

Santunan kepada anak yatim

Oleh Dinas Porbudpar Kota Bekasi, H. Abdul Fatah dinilai sangat berjasa terhadap pembangunan di Bekasi selama menjabat sebagai  Bupati Bekasi (Tahun 1973-1983) hingga kini, di antaranya adalah: Perintis Awal Pembangunan Kota Bekasi yang dikembangkan dalam bentuk Membuat Master Plan Pembangunan Bekasi, Perintis Pembentukan Kotif Bekasi (1982), Membangun Kawasan Pemerintahan Terintegrasi di Indonesia pertama saat itu  di Jalan Ahmad Yani Bekasi, Membangun Kawasan Sarana Olahraga di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi, Pembangunan Pasar Lama menjadi Pasar Proyek dan Pasar Baru Bekasi, serta Pengembangan Sarana Jalan dan Transportasi serta kawasan industri.

H. Abdul Fatah berhadap agar dimasa mendatang Bekasi dapat terbebas dari kebodohan, dan pembangunan sarana ekonomi rakyat serta pendidikan dapat terus meningkat. “Sebab maju mundurnya sebuah negara atau desa dapat dilihat dari pendidikan sumber daya manusianya” ucapnya.

Untuk para penerus bangsa, beliau berharap agar para generasi muda dapat melanjutkan perjuangan semangat 45, “Generasi muda harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, giat bekerja, serta senantiasa menjaga dan membangun Bekasi ke arah yang lebih baik”, ungkap H. Abdul Fatah dengan penuh semangat. (Maharani Imran)


    :: LOGIN ALUMNI ::
Login:
Password:
Register
    :: POJOK DOSEN :: |  INDEX
08/08/2014
Oleh: Mohammad Sabeni, Drs. MA
MENGENAL LEBIH DEKAT AUDIT KINERJA PEGAWAI (AKP)
...

Format Materi Pembelajaran yang anda inginkan?
Dokumen dalam bentuk pdf/Latex
Simulasi Interaktif /Powerpoint/Flash
realtime online
           Hasil Pooling


Paket Umroh murah Paket Wisata Pulau Harapan Sewa Mobil Di Bekasi jasa sewa bis gula aren asli Jasa Waterproofing jasa renovasi depok Laptop Merk Acer Aspire S7 pengrajin akar jati jasa kalibrasi Laptop digital printing murah tangerang Market Place Online Market Place Online lampu hid grosir sprei star paket umroh awal tahun 2015 lantai kayu murah software scanner murah Sepatu Kulit Asli GENTENG METAL BAJA RINGAN PAKET UMROH MURAH PRODUKSI RAK MINIMARKET JUAL ALUMINIUM COMPOSITE PANEL